Search This Blog

Injil, Palsu Atau Tidak?

 
Alkitab dikoreksiInjil adalah firman Allah. Injil merupakan surat cinta dari Allah kepada manusia. Benarkah demikian? Benarkah kita merasa bahwa Injil adalah surat cinta Allah dan kita menerima kliem tersebut dengan serius. Atau mungkin kita hanya tertarik pada salah satu aspek saja? Yaitu hal yang menurut kita baik dan sesuai dengan logika manusia yang terbatas?

Benarkah Injil Adalah Firman Allah?

Pernyataan di atas sering dilontarkan oleh umat Muslim sebagai bukti keragu-raguan mereka atas keabsahan Injil.  Namun Al-Quran dengan jelas mengatakan “Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat.” (QS 5:46). Bila benar Injil bukan firman Allah, mungkinkah Al-Quran memberikan pernyataan demikian?
Jelas Injil adalah Firman Allah. Karena Isa Al-Masih memberitahukan demikian. Isa Al-Masih yang merupakan Kalimat Allah dan menjelma menjadi manusia. Ia, dengan otoritas-Nya, telah meneguhkan Kitab-Kitab terdahulu dalam ajaran-Nya. Dan Dia juga menjanjikan Injil, yaitu Kabar Baik yang penuh kuasa, melalui murid-murid-Nya. Demikianlah, Isa Al-Masih, yaitu Kalimat Allah, telah menyatakan bahwa Injil adalah benar Firman Allah.

Injil Tidak Asli Karena Terdapat Dalam Berbagai Bahasa

Salah satu alasan yang dilontarkan oleh umat Muslim atas ketidak-absahan dari Injil adalah, terdapatnya Injil dalam berbagai bahasa. Perlu diketahui bahwa orang Kristen sangat ingin mengerti wahyu Allah. Karena tidak semua orang Kristen dapat membaca Injil dalam bahasa aslinya (Ibrani dan Yunani), maka Injil diterjemahkan ke dalam masing-masing bahasa pembacanya. Penterjemahan Injil ini dilakukan dengan hati-hati, teliti, dan semua didasarkan pada naskah orisinil yang berbahasa Ibrani dan Yunani.
Seperti halnya sebuah dokumen internasional, misalnya dari PBB, kita tidak akan mencurigai keabsahannya karena dokumen tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Namun, bila kita ragu, kita dapat melihat isi dokumen tersebut dalam bahasa aslinya, misalnya bahasa Inggris.
Ahli yang menerjemahkan dokumen tersebut adalah orang-orang yang berpengalaman di bidangnya.  Mereka menerjemahkan dengan sangat hati-hati.  Demikian kita tidak perlu meragukannya.  Tentu hasil terjemahan tersebut dapat diterima dan dipercayai.
Al-Quran juga diterjemahkan.  Kebanyakan orang yang membaca Al-Quran tidak mengerti bahasa Arab.  Namun mereka sadar bahwa penterjemah Al-Quran kedalam bahasa Indonesia ahli dalam bidang menterjemahkannya.
Demikian halnya dengan Injil.  Injil selalu diterjemahkan oleh orang-orang yang berpengalaman. Diterjemahkan dengan sangat hati-hati, teliti, dan semua didasarkan pada naskah orisinil yang berbahasa Ibrani dan Yunani.

Bukti Keotentikan Injil

Saat ini terdapat lebih dari 5,300 naskah kuno Injil dalam bahasa Yunani. Naskah yang paling tua adalah naskah yang paling penting, disebut uncials dan papyri.
Salah satu naskah kuno yang lengkap memuat seluruh Kitab Injil ialah Codex Sinaiticus, yang berasal dari tahun 350 M (hampir tiga ratus tahun sebelum Muhammad lahir). Codex adalah buku kuno yang ditulis tangan sebelum adanya penemuan mesin cetak.
Berikut adalah beberapa naskah tertua, uncials yang diakui keasliannya, dan dipakai menjadi dasar terjemahan Injil pada masa kini.

Nama Naskah

Perkiraan Tahun Naskah Ditulis

Tempat Naskah Berada sekarang

Codex Vaticanus 325 - 350 M London, Inggris
Codex Sinaiticus 350 M London, Inggris
Codex Alexandrinus 400 M London, Inggris
Codex Ephraimi 400 M Paris, Prancis
Codex Bezae 450 M Cambridge, Inggris
Naskah-naskah ini memberikan bukti bahwa Injil yang ada sekarang sama dengan Injil yang ada pada masa Muhammad, dan bahkan beberapa abad sebelumnya.  Dengan kata lain umat Kristen sekarang ini memiliki Injil yang sama seperti yang diedarkan di tanah Arab pada masa perkembangan Islam, yaitu Injil yang dikenal oleh nabi umat Islam.

Firman Allah, Tidak Ada Yang Dapat Merubah

Al-Quran, Sura Al An'aam ayat 34 berkata, “Tak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah”.  Bagaimana seseorang yang berpandangan bahwa kalimat-kalimat Allah dapat diubah oleh manusia?  Dialah orang yang kurang percaya akan ke-Maha Besar-an Allah.
Ayat serupa juga terdapat dalam Injil, Surat Galatia 1:8 “Tetapi sekalipun kami atau seorang dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia
Demikianlah, Injil yang merupakan firman Allah, sifatnya adalah kekal. Tidak ada yang dapat merubahnya. Dan Injil yang ada sekarang adalah Injil yang diberitakan oleh pengikut Isa Al-Masih 600 tahun sebelum agama Islam lahir di tanah Arab.
Apakah arti kata “Injil”?  Kabar baik!  Kabar baik, yaitu keselamatan dari dosa.  Bacalah dengan seksama uraian tentang keselamatan pada situs ini.
Read More .......

Apakah Benar Taurat Dan Injil Yang Sekarang Tidak Murni?

Kami kira sukar untuk membuktikan bahwa kitab Taurat dan Injil yang sekarang ada “telah tercampur dengan tangan manusia.” Memang sering terdengar suara semacam itu, tetapi di mana buktinya? Bahkan pada saat Al-Quran ditulis, Taurat & Injil dianggap suatu terang dan benar; jika tidak, pasti tidak akan ada perintah untuk menyambutnya. Kelihatannya Muhammad yakin bahwa kitab Taurat, Zabur, dan Injil yang ada masih benar, atau jika tidak, pasti ia tidak akan mendorong supaya orang mempercayai dan mengikuti kitab-kitab itu (Sura 3:4,5; 5:66-68; 21:7).
Naskah-naskah tua dari kitab Taurat dan Injil seperti Codex Vaticanus dan Codex Alexandrius paling sedikit sudah ada sekitar 350 tahun sebelum Al-Quran ada, dan isinya tetap sama dengan Taurat & Injil yang sekarang. Jika memang Taurat dan Injil itu sudah diubah, lantas kapan kedua buku suci itu diubah? Sebelum Al-Quran turun atau sesudahnya? Siapa yang mengubahnya? Bagian mana yang diubah?
Bagaimana mungkin diubah padahal Kekristenan dan Alkitab pada saat itu sudah tersebar ke berbagai tempat di dunia, sehingga kalau isinya diubah sedikit saja pasti ketahuan. Saat itu sudah banyak naskah Alkitab yang tersebar di mana-mana sehingga sangat tidak mungkin mengubah semua naskah yang ada, bukan?
Juga, bagaimana mungkin mengubah Firman Allah mengingat orang Yahudi dan orang Kristen sangat gigih mempertahankan dan menjaganya karena yakin Firman ini adalah wahyu Allah? Lantas, untuk apa orang Kristen berusaha mengubah / merusak Kitab Suci-nya sendiri? Keuntungan apa yang akan didapat dari melakukan hal itu?
Terakhir, jika benar kitab Taurat dan Injil hendak diubah oleh manusia, apakah mungkin Allah sendiri (yang telah mewahyukan kitab-kitab itu) akan tinggal diam begitu saja dan membiarkan FirmanNya dirusak oleh tangan manusia? Rasanya tidak mungkin Allah yang Mahakuasa akan membiarkan itu terjadi!
Read More .......

Perjalanan Nabi Allah ke Surga

Ketika saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar, walaupun saya bukan Muslim, tetapi sebagai siswa saya wajib mengikuti kegiatan sekolah, termasuk merayakan Isra Miraj.
Kami senang merayakan perayaan tersebut. Semua siswa menggunakan baju Muslim, dan biasanya perayaan diakhiri dengan makan bersama. Sebagai anak-anak jelas kami tidak terlalu memahami makna dari yang kami rayakan. Kami hanya menikmatinya sebatas pemikiran anak-anak. Itulah keluguan anak-anak.
Tidak menutup kemungkinan, orang Muslim yang berusia dewasa pun mempunyai pemahaman yang sama tentang Isra Miraj. Mereka hanya tahu bahwa Isra Miraj adalah “perjalanan” nabi Islam ke sorga.

Perlunya Saksi Mata

Saksi mata sangat dibutuhkan untuk membenarkan sebuah perkara. Di pengadilan misalnya, kesaksian yang didukung saksi mata, akan lebih diterima Hakim dibanding kesaksian tanpa saksi mata. Bahkan seseorang yang dianggap benar, tapi tidak dapat mengajukan saksi mata, di pengadilan dapat menjadi pihak yang kalah.
Mungkin saudara bertanya, “Apa hubungan saksi mata dengan Isra Mi’raj Nabi Muhammad? Ijinkanlah kami menjelaskannya. Pertama, marilah kita sekilas berpikir tentang makna hari raya yang akan kami bahas.

Pengertian Isra Mi ’raj

Menurut kepercayaan umat Muslim, ada dua peristiwa penting yang dialami Muhammad dalam satu malam. Peristiwa pertama disebut “Isra”. Yaitu “diberangkatkannya” Muhammad oleh Allahnya dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa di Yerusalem. Para Muslim percaya di tempat ini Muhammad bertemu nabi-nabi sebelumnya, termasuk Isa Al-Masih. Dan Muhammad pun membimbing mereka dan menjadi imam utama dalam sholat.
Peristiwa kedua disebut “Mi'raj”. Yaitu “diangkatnya” Muhammad sampai ke langit sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Kendaraan yang ditumpanginya disebut hewan buraq. Pun orang Islam percaya, di sinilah Muhammad mendapat perintah dari Allah untuk menunaikan sholat lima waktu. Sebuah sumber berkata, sebelumnya Allah dan Muhammad saling tawar menawar, hingga akhirnya disepakati sholat dilakukan lima kali sehari.
Akhirnya kedua peristiwa ini, dikenal dengan nama “Isra Mi'raj Nabi Muhammad

“Perjalanan ” Isra Mi'raj Tidak Ada Saksi Mata

Isra Mi'raj merupakan peristiwa penting bagi kenabian Muhammad. Tetapi tidak semua orang Muslim di Indonesia merayakannya. Beberapa teman Muslim yang sering mengemail kami berkata, mereka tidak merayakan Isra Mi'raj.
Memang mereka tidak memberi alasan yang jelas, mengapa tidak merayakan Isra Mi'raj. Kami hanya berpikir, mungkinkah mereka tidak percaya peristiwa tersebut sepenuhnya, karena tidak ada saksi mata ketika Muhammad melakukan perjalanannya?
Menurut kami, wajar saja bila umat non-Muslim tidak dapat mempercayai peristiwa Isra Mi'raj. Sebab tidak ada seorang pun saksi mata ketika Muhammad melakukan “perjalanan” tersebut.

Kenaikan Isa Al-Masih ke Sorga

Bukan bermaksud untuk membandingkan. Namun bila kita melihat bagaimana perjalanan Muhammad dan Isa Al-Masih ke sorga, khususnya dalam hal saksi mata, perjalanan Isa Al-Masih lebih dapat diterima.
Alasannya: Pertama, ketika Dia naik ke sorga, dilakukan pada siang hari, bukan tengah malam. Kedua, banyak saksi mata yang menyaksikan peristiwa tersebut. Dan ketiga serta yang paling penting: Peristiwa itu adalah benar-benar nyata, bukan sebuah mimpi atau ilusi, sebagaimana yang tertulis dalam kitab suci.  “Dan ketika Ia [Isa Al-Masih] sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga ” (Injil, Rasul Lukas 24:51).
Yang melihat Yesus terangkat naik ke sorga saat itu, bukan hanya murid-murid pertama-Nya. Tetapi juga disaksikan oleh orang-orang Yahudi yang telah menjadi pengikut-Nya kala itu.

Mulia Atau Termulia?

Bila kita melihat pada Al-Quran, terdapat cukup banyak gelar yang ditujukan bagi Isa Al-Masih yang tidak dimiliki nabi lain. Seperti: Isa disebut suci (Qs 19:19). Isa disebut Kalimat Allah termulia di dunia dan di akhirat (Qs 3:45). Isa saat ini ada di sorga (Qs 43:61).
Bagaimana dengan Muhammad? Memang umat Muslim mengenal dia sebagai orang yang dimuliakan Allah. Tetapi bukan yang termulia. Dan lagi, tidak satu pun gelar yang diberikan bagi Isa, terdapat pada diri Muhammad.
Dari uraian di atas, maka perlu untuk kita berpikir, siapakah di antara kedua tokoh tersebut yang layak diteladani. Apakah yang mulia atau yang termulia?

Dia yang Termulia, Memberimu Jaminan Keselamatan

Melalui kitab suci Injil, Isa Al-Masih memperkenalkan diri-Nya, “ Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku ” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
Isa Al-Masih satu-satunya Pribadi yang dapat memberi setiap orang jaminan keselamatan. Melalui Dia, setiap orang dapat menemukan jalan dan kebenaran hidup bersama dengan Allah. Dia yang berasal dari sorga, telah terangkat kembali ke sorga. Tempat dari mana Dia berasal!

Beberapa Pertanyaan Untuk Komentar:

Staff IDI mengharapkan komentar dari para pembaca. Kami minta agar komentar hanya menanggapi pertanyaan-pertanyaan berikut:
1. Manakah yang layak dipercaya, peristiwa yang tidak ada saksi mata, atau peristiwa yang disaksikan oleh banyak orang?
2. Bila saudara ingin menuju satu tempat yang belum pernah saudara kunjungi, siapakah yang akan saudara ikuti. Orang yang berasal dari tempat tersebut, atau orang yang tidak tahu sama sekali?
3. Al-Quran menyebut Isa Al-Masih satu-satunya yang suci (Qs 19:19). Isa  Kalimat Allah termulia di dunia dan di akhirat (Qs 3:45). Isa saat ini ada di sorga (Qs 43:61). Menurut saudara, mengapa Al-Quran memberi gelar tersebut kepada Isa Al-Masih, dan bukan kepada Muhammad?
Read More .......

Isa Tidak Pernah Katakan, “Akulah Allah!”

Jika seseorang datang kepada Anda dan berkata, "Akulah Allah, beribadahlah kepada-Ku," apakah Anda akan percaya dan bersedia menyembahnya? Ketika ada orang yang berkata demikian, sudah dapat dipastikan dia akan disebut sebagai penipu, penghujat, atau gila.

Isa Al-Masih tahu akan ini. Sebab itu, Dia tidak berkata demikian. Dia ingin orang-orang mengenal siapa Dia melalui perbuatan-Nya yang nyata. Perbuatan-Nya secara tidak langsung mengklaim bahwa sebenarnya Dia adalah Allah yang layak disembah.
Bukti -bukti Yang Jelas Mengenai Siapakah Dia

Dalam pembuktian tentang kebenaran siapakah sebenarnya Isa, sebuah klaim secara harafiah tidaklah penting. Yang terpenting adalah bukti yang jelas bahwa Isa Al-Masih adalah Allah. Jika ada bukti yang demikian. Tentu kita harus menyembah Dia.

Salah satu bukti kekuasaan Isa Al-Masih ditemukan dalam Kitab Injil Yohanes. Isa berkata, “ Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati ” (Injil, Rasul Besar Yohanes 11: 25). Hidup kekal yang ditawarkan Isa Al-Masih tergantung akan iman seseorang kepada-Nya. Jelas hal ini hanya dapat dilakukan Allah saja. Bila dilakukan selain oleh Allah, maka hal itu adalah sebuah penghujatan.

Kemudian dalam Injil Allah, Isa Al-Masih membuktikan kekuasaannya untuk mengklaim ketuhanan-Nya. “ Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: ‘ Lazarus, marilah ke luar! ’ Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata yesus kepada mereka: “ Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi" (Injil, Rasul Allah Besar Yohanes 11: 43-44).  Mujizat ini juga diaminkan oleh Al-Quran!

Setelah tiga tahun pelayanan Isa Al-Masih di dunia, salah seorang murid-Nya bertanya agar menunjukkan kepadanya Allah Bapa. Isa menjawab, “… Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; … Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri " (Injil, Rasul Allah Besar Yohanes 14:10-11).

Ketika seseorang benar-benar membaca Injil, maka dia akan menemukan secara konsisten bahwa:

    Isa Al-Masih berbicara seperti Dia adalah Allah.
    Isa Al-Masih bertindak seperti Dia adalah Allah.
    Isa Al-Masih melakukan tanda-tanda ajaib yang hanya Tuhan dapat melakukannya.

Identitas Isa Al-Masih

Isa Al-Masih berharap agar orang-orang di sekeliling-Nya mengenal hakikat dan identitas-Nya. Yaitu melalui perkataan dan perbuatan-Nya yang hanya layak dikatakan dan dilakukan oleh Allah saja. Selain itu, Isa Al-Masih juga memberikan bukti tentang siapakah Dia sebenarnya, yang memungkinkan kita untuk menarik kesimpulan sendiri.

Identitas Isa Al-Masih terlihat jelas melalui bukti-bukti ajaib yang Dia berikan. Bukan sekedar pernyataan tanpa bukti. Bagi mereka yang terbuka untuk mencari kebenaran, akan mengerti melalui bukti-bukti yang dilakukan Isa Al-Masih. Sehingga, seseorang yang mengenali identias Isa Al-masih, menyembah kepada-Nya adalah respon yang tepat. Walau Isa Al-Masih tidak meminta untuk disembah, Ia menerima dan mengkonfirmasikan hal tersebut sebagai perlakuan yang tepat kepada-Nya.
Identitas Sebenarnya dan Hadiah Terbesar-Nya

Isa Al-Masih adalah Allah. Namun, seperti Allah, oknum dari Ketuhanan Tritunggal, Ia memberi diri-Nya untuk mati di kayu salib. Mengapa? Karena kasih-Nya yang besar bagi Anda. Dengan menerima bahwa Dia dihukum sebagai pengganti Anda, Anda dapat menerima dan menikmati hidup baru dan hidup yang kekal!

Siapapun bisa membuat klaim bahwa dia adalah Tuhan yang layak disembah. Tapi hanya Allah yang benar, yang bisa memberikan bukti-bukti yang benar. Ketika Isa Al-Masih dapat memberikan bukti bahwa Ia adalah Allah, maka tidak ada alasan untuk tidak menyembah Dia.
Read More .......

Az-Zukhruf 43:61

Az-Zukhruf 43:61

Dan sesungguhnya ’Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus. 
Read More .......

Al-Maidah 5:110

(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai ’Isa putera Maryam, ingatlah ni’mat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah), waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: "Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata."   
Read More .......

"JALAN LURUS” – S-SIRAT AL-MUSTAQUIM

Banyak umat Muslim salah paham dalam memahami iman Kekristenan dan Isa Al-Masih. Mereka cenderung berpikir dengan cara pikir manusia yang terbatas. Sedangkan untuk mengerti Firman Allah, kita membutuhkan iman. Tidak hanya logika.

Seluruh kehidupan Isa Al-Masih tercatat dalam Alkitab secara jelas dan sistematis. Mulai dari nubuatan kedatangan-Nya ke dunia, wafat, bangkit, dan naik kembali ke sorga.

Demikian juga Al-Quran berulang-kali memperingatkan umat Muslim agar mengimani Kitab sebelumnya. Yaitu Injil dan Taurat, sebagaimana yang tertulis dalam Qs 5:46, “Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa”

Kami percaya bahwa firman Allah tidak pernah berubah. Firman Allah berkata, “Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya" (Kitab Nabi Besar Yesaya 40:8). Juga hal ini diperjelas Isa Al-Masih lewat sabda-Nya, “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” (Injil, Rasul Besar Matius 24:35).

Demikianlah kami percaya Allah sanggup menjaga keaslian Firman-Nya dari tangan-tangan orang jahat yang ingin merubahnya. Sebagaimana yang telah difirmankan Allah dalam Kitab Suci Injil “. . .  firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya. Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu” (Injil, Surat 1 Petrus 1:25
Read More .......

Mengapa Isa Disebut "Anak Allah"?

Orang Islam yang mempelajari Al-Quran sering bingung untuk menjelaskan siapakah sebenarnya Isa Al-Masih. Mereka mengimani Isa sebagai nabi. Tetapi Ia dilahirkan oleh seorang perawan (Qs 19:19). Ia hidup suci tanpa dosa (Qs 19:19). Tidak satupun nabi, termasuk Muhammad, yang tidak berdosa.  Ia mengerjakan banyak mujizat tanpa minta pertolongan Allah (Qs 3:49).  Nabi-nabi lain, ketika melakukan mujizat, selalu meminta pertolongan Allah.  Ia disebut “Kalimat Allah” (Qs 3:39).”  Tidak ada nabi lain yang disebut “Kalimat Allah.”

Ia sekarang berada di sorga, bukan di kuburan seperti semua nabi lain, termasuk Muhammad.  Juga Isa Al-Masih akan kembali sebagai Hakim Adil (Sahih al-Bukhari 3:43:656).  Hal ini tidak dikatakan tentang seorang nabi lain. Memang Al-Quran tidak salah ketika memuliakan Isa Al-Masih dengan mengatakan Ia, “. . . seorang terkemuka di dunia dan di akhirat . . .” (Qs 3:45).
Isa “Anak” Allah

Dari seluruh gelar yang diberikan Al-Quran terhadap Isa Al-Masih, tidak satupun yang setuju dengan sebutan “Anak Allah” kepada Isa Al-Masih. Menurut ajaran Islam, pemberian gelar “Anak Allah” kepada Isa Al-Masih adalah penghujatan bagi Allah. Sebagaimana yang tertulis dalam Al-Quran, “Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan" (Qs 112:3)

Inilah kesalah-pengertian yang dialami oleh umat Muslim dalam memahami iman kekristenan. Sayangnya umat Muslim tidak dapat memahami makna dari kata “Anak Allah” secara figuratif.  Kalau demikian, tentu mereka tidak akan menuduh bahwa Allah yang disembah oleh orang Kristen adalah Allah yang mempunyai anak.

Istilah “Anak Allah” bukan mengacu kepada anak beranak, tetapi lebih kepada hubungan khusus yang dimiliki oleh Isa Al-Masih dengan Allah Bapa.

Melalui penjelmaan-Nya ke dunia, Kalimat Allah, yaitu Isa Al-Masih, dapat secara penuh mengungkapkan isi hati Allah kepada manusia. Dia juga merupakan wakil Allah Bapa yang sama persis. “Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi” (Injil, Surat Ibrani 1:1-3).

Demikianlah, “Anak Allah” merupakan istilah untuk Anak Surgawi yang kekal, Kalimat Allah, yang sejajar dengan Allah Bapa. Sebab, sebagai Kalimat Allah, Isa Al-Masih adalah kekal adanya. Dia adalah satu dengan Allah, “Aku dan Bapa adalah satu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).
Tujuan Anak Allah Datang ke Dunia

Allah sangat mengasihi setiap orang. Baik dia Muslim, Hindu, Budha, Animisme ataupun seorang Ateis, dan setiap orang yang kebetulan lahir dari keluarga Kristen. Setiap orang dari agama-agama ini berjalan menuju ke kebinasaan karena dosa-dosa mereka. Tetapi Allah sangat mengasihi mereka! Ingatlah firman Allah yang berkata, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini . . . “ (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).
sediakan. Inilah janji-Nya, “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Injil, Rasul Markus 10:45)]
Read More .......