Search This Blog

Quraish Shihab: Kata Siapa Ucapkan 'Selamat Natal' Haram Bagi Muslim?

Laporan Wartawan Tribun Timur Edi Sumardi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tepat sepekan lagi, umat Kristen akan merayakan Hari Natal, 25 Desember 2014. Kendati masih sepekan, suasananya mulai terasa, seperti pemasangan pohon Natal, mengenakan topi Sinterklaas, dan ucapan selamat hari raya.
Topi Sinterklas tak hanya dikenakan umat Kristen, namun juga muslim karena misalnya tuntutan di tempat kerja.
Menteri Agama, Lukman Hakim meminta agar tak ada pemaksaan mengenakan atribut agama lain oleh bukan pemeluknya saat hari raya.
Aturan mengenakan atribut kini semakin jelas, walaupun hanya sekadar lisan dari seorang menteri.
Lain lagi dengan ucapan “selamat Hari Raya Natal”. Bagaimana hukumnya seorang muslim mengucapkan itu? Kini ada dua pendapat. Ada yang menyebut boleh dan ada pula yang menyebutnya haram.
Profesor Muahmmad Quraish Shihab, ahli tafsir dan mantan Menteri Agama menyampaikan penjelasannya soal itu.
Penjelasan disampaikan dalam program Tafsir Al Misbah di Metro TV, Ramadan 1435 Hijriah episode Surah Maryam Ayat 30-38.
Berikut ini transkrip penjelasannya:
Saya duga keras persoalan ini hanya di Indonesia. Saya lama di Mesir. Saya kenal sekali. Saya baca di koran, ulama-ulama Al Azhar berkunjung kepada pimpinan umat kristiani mengucapkan selamat Natal.
Saya tahu persis ada ulama besar di Suriah memberi fatwa bahwa itu boleh. Fatwanya itu berada dalam satu buku dan bukunya itu diberikan pengantar oleh ulama besar lainnya, Yusuf al-Qaradawi, yang di Syria namanya Mustafa Al Zarka’a. Ia mengatakan mengucapkan selamat Natal itu bagian dari basa-basi, hubungan baik.
Ini tidak mungkin menurut beliau, tidak mungkin teman-teman saya dari umat Kristiani datang mengucapkan selamat hari raya Idulfitri terus dilarang gitu.
Menurut beliau dalam bukunya yang ditulis bukan jawaban lisan ditulis, dia katakan, saya sekarang perlu menunjukkan kepada masyarakat dulu bahwa agama ini penuh toleransi. Kalau tidak, kita umat yang dituduh teroris. Itu pendapat.
Saya pernah menulis soal itu, walaupun banyak yang tidak setuju, saya katakan begini, saya ucapkan Natal itu artinya kelahiran. Nabi Isa mengucapkannya. Kalau kita baca ayat ini dan terjemahkan boleh atau tidak? Boleh. Ya toh? Boleh.
Jadi, kalau Anda mengucapkan selamat Natal, tapi keyakinan Anda bahwa Nabi Isa bukan Tuhan atau bukan anak Tuhan, maka tidak ada salahnya. Ucapkanlah selamat Natal dengan keyakinan seperti ini dan Anda kalau mengucapkannya sebagai muslim. Mengucapkan kepada umat kristiani yang paham, dia yakin bahwa anda tidak percaya.
Jadi yang dimaksud itu, seperti yang dimaksud tadi hanya basa-basi.
Saya tidak ingin berkata fatwa Majelis Ulama itu salah yang melarang, tetapi saya ingin tambahkan larangan itu terhadap orang awam yang tidak mengerti. Orang yang dikhawatirkan akidahnya rusak. Orang yang dikhawatirkan percaya bahwa Natal itu seperti sebagaimana kepercayaan umat kristen.
Untuk orang-orang yang paham, saya mengucapkan selamat Natal kepada teman-teman saya apakah pendeta. Dia yakin persis bahwa kepercayaan saya tidak seperti itu. Jadi, kita bisa mengucapkan.
Jadi ada yang berkata bahwa itu Anda bohong. Saya katakan agama membolehkan Anda mengucapkan suatu kata seperti apa yang anda yakini, tetapi memilih kata yang dipahami lain oleh mitra bicara Anda.
Saya beri contoh, Nabi Ibrahim dalam perjalanannya menuju suatu daerah menemukan atau mengetahui bahwa penguasa daerah itu mengambil perempuan yang cantik dengan syarat istri orang. Nah, dia punya penyakit jiwa. Dia ndak mau yang bukan istri orang.
Nabi Ibrahim ditahan sama istrinya Sarah. Ditanya, ini siapa? Nabi Ibrahim menjawab, ini saudaraku. Lepas.
Nabi Ibrahim tidak bohong. Maksudnya saudaraku seagama. Itu jalan. Jadi kita bisa saja. Kalau yang kita ucapkan kepadanya selamat Natal itu memahami Natal sesuai kepercatannya, saya mengucapkannya sesuai kepercayaan saya sehingga tidak bisa bertemu, tidak perlu bertengkar.
Jadi syaratnya boleh mengucapkannya asal akidah anda tidak ternodai. Itu dalam rangka basa-basi saja, seperti apa yang dikatakan ulama besar suriah itu.
Begitu juga dengan selamat ulangtahun, begitu juga dengan selamat tahun baru. Memang kalau kita merayakan tahun baru dengan foya-foya, itu yang terlarang foya-foyanya, bukan ucapan selamatnya kita kirim. Bahkan, ulama Mustafa Al Zarka’a berkata, ada orang yang menjual ucapan, kartu-kartu ucapan ini, itu boleh saja, tidak usah dilarang. Penggunanya keliru kalau dia melanggar tuntunan agama.
Ada orang sangat ketat dan khawatir. Itu kekhawtiran wajar kalau orang di kampung, tidak mengerti agama. Lantas ada yang mengakan kelahiran Isa itu sebagai anak Tuhan dan sebagainya, itu yang tidak boleh. Kalau akidah kita tetap lurus, itu tidak ada masalah.
Kita ucapkan selamat Natal, di ayat kita ini, sekian banyak ucapan selamat yang dutujukan para Nabi.
Read More .......

10 Kutipan Inspiratif Seputar Natal

Inkarnasi adalah tempat... pengharapan bertarung dengan ketakutan.
~ Kathleen Norris

Anak Allah menjadi manusia untuk memampukan umat manusia menjadi anak-anak Allah.
~ C.S. Lewis

Kelahiran dari seorang perawan tidak pernah menjadi batu sandungan besar dalam pergumulan saya menganut Kekristenan; hal itu tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan kesediaan Penguasa segala ciptaan untuk merunduk sedemikian rendah dan menjadi salah satu dari kita.
~ Madeleine L'Engle

Seluruh konsep tentang Allah yang mengambil rupa seorang manusia sungguh tidak masuk akal bagi saya. Penyebabnya, saya menyadarinya pada suatu hari yang indah, karena hal itu begitu sederhana. Bagi kita, orang-orang yang memiliki tubuh, perkara-perkara yang penting seperti kasih harus diwujudkan. Allah harus diwujudkan karena kalau tidak, dalam trilyunan tahun pun kita tidak akan memahami apa itu kasih.
~ Jane Vonnegut Yarmolinsky

Allah tidak mengutus Kristus kepada kita; Allah datang kepada kita di dalam Kristus.
Don S. Skinner

Firman Allah, Yesus Kristus, berdasarkan kasih-Nya yang besar bagi umat manusia, menjadi seperti kita untuk memungkinkan kita menjadi seperti diri-Nya sendiri.
Irenaeus

Siapakah yang mulai mencetuskan kabar burung bahwa seseorang memerlukan banyak uang untuk memperingati, untuk merayakan, untuk bersukacita atas kelahiran Dia yang memilih untuk menjadi miskin bagi kita?
~ Seorang pekerja sosial di kalangan penduduk miskin Meksiko

Tidak ada gunanya mengatakan bahwa kita lahir 2.000 tahun terlalu lambat untuk menyediakan kamar bagi Kristus…. Kristus selalu bersama dengan kita, selalu meminta kamar di dalam hati kita…. Dan memberikan tumpangan atau makanan kepada setiap orang yang memintanya, atau memerlukannya, sama dengan memberikannya kepada Kristus.
~ Dorothy Day

Kalau kita tidak menjadikan Natal sebagai kesempatan untuk berbagi berkat, seluruh salju di Alaska pun tidak akan menjadikan Natal itu “putih”.
~ Bing Crosby

Yang terutama, Natal berarti semangat cinta kasih, waktu ketika kasih Allah dan kasih akan sesama menang atas segala kebencian dan kepahitan, waktu ketika pikiran dan perbuatan kita serta semangat hidup kita memancarkan hadirat Allah.
Read More .......

Dia Memberikan Diri-Nya Sendiri

Ketika Ratu Elizabeth II mengunjungi AS, ia membawa empat ribu pon barang, termasuk dua pakaian untuk tiap acara, pakaian berkabung siapa tahu ada yang meninggal, 23 liter plasma, dan tempat duduk toilet putih dari kulit anak kambing. Ia juga membawa penata rambut sendiri, dua pelayan pria, dan sejumlah pegawai lain. Kunjungan singkat seorang ratu ke negara asing bisa dengan mudah menghabiskan dua puluh juta dolar.

Sang Pencipta Alam Semesta tidak memasuki panggung kehidupan bumi ini dengan cara seperti itu. Dia tidak datang dengan membelah langit diiringi pasukan malaikat surgawi dan disongsong karnaval semarak benda-benda angkasa. Tidak, Dia hadir sebagai bayi merah yang bergantung sepenuhnya pada perawatan suami-isteri muda yang masih canggung, dan golongan yang pertama menyambut-Nya hanyalah para gembala.

Dan, jangan lupa, Dia tidak lahir di istana, melainkan di sebuah kandang. Kandang di Timur Tengah pada masa itu biasanya ditempatkan jauh dari lokasi pemukimam penduduk karena merupakan tempat yang sangat jorok oleh timbunan kotoran dan air kencing hewan bercampur dengan sampah. Bukan sebuah tempat yang steril untuk kelahiran orok yang masih merah.

Apa yang hendak dikatakan Tuhan dengan cara kedatangan-Nya yang seperti itu? Dia datang untuk turut merasakan kelemahan-kelemahan kita. Dia datang untuk menjadi Immanuel, “Allah bersama kita”. Dia datang dengan kepedulian.

Agama atau aliran kepercayaan kerap menggambarkan dirinya sebagai ziarah pencerahan, perjalanan mencari Yang Ilahi. Dalam Kekristenan yang otentik, justru Yang Ilahi-lah yang terlebih dulu datang mencari kita, untuk mempedulikan dan menyelamatkan kita. Sebelum timbul kerinduan kita untuk mencari Tuhan, anugerah-Nya telah terlebih dahulu mencari kita. Dia tidak lagi mengutus malaikat atau nabi, namun Dia sendiri yang menjelma menjadi manusia.

Dahulu kala di Persia memerintahlah seorang raja yang baik dan bijaksana. Ia mengasihi rakyatnya. Ia ingin mengetahui bagaimana kehidupan mereka. Ia ingin mengetahui kesukaran hidup yang mereka hadapi. Sering ia mengenakan pakaian seorang buruh atau seorang pengemis, dan berkunjung ke rumah orang-orang miskin. Tidak seorang pun di antara orang-orang yang dikunjunginya itu yang menyangka bahwa ia adalah raja mereka.

Suatu ketika ia mengunjungi orang yang sangat miskin, yang tinggal di sebuah gudang bawah tanah. Ia ikut memakan makanan mentah yang biasa dimakan orang miskin itu. Ia menghibur orang miskin itu dengan perkataan yang lemah-lembut dan menyenangkan. Kemudian ia pergi.

Ketika ia kembali mengunjungi orang miskin itu, ia memberitahukan identitas dirinya yang sebenarnya, “Akulah rajamu!”

Betapa terkejutnya orang miskin itu! Raja itu mengira bahwa orang miskin itu akan meminta beberapa hadiah atau kemurahan, namun ternyata tidak. Orang itu justru mengatakan, “Paduka meninggalkan istana dan kemuliaan Paduka untuk mengunjungi hamba di tempat yang gelap dan suram ini. Paduka memakan makanan mentah yang hamba makan. Paduka membangkitkan sukacita di dalam hati hamba! Kepada orang lain Paduka memberikan hadiah-hadiah yang mahal. Kepada hamba Paduka telah memberikan diri Paduka sendiri!”

Dalam Natal, Raja Kemuliaan, Tuhan Yesus, memberikan diri-Nya sendiri kepada Anda dan saya! Itulah kepedulian teragung yang pernah dinyatakan kepada umat manusia.
Read More .......

Menurutmu, Siapakah Aku?

Dr. James Allah Francis merangkum kehidupan Yesus sebagai "satu kehidupan sunyi."

Dia dilahirkan di desa yang tidak dikenal, anak perempuan udik. Dia menjadi besar di desa lain, tempat Dia bekerja di bengkel tukang kayu sampai Dia berusia 30 tahun. Kemudian selama tiga tahun Dia menjadi penginjil keliling. Dia tidak pernah menulis buku. Dia tidak pernah memegang jabatan. Dia tidak pernah berkeluarga atau mendirikan rumah tangga. Dia tidak pernah pergi ke perguruan tinggi. Dia tidak pernah mengunjungi kota besar. Dia tidak pernah melakukan perjalanan melebihi dua ratus mil dari tempat Dia dilahirkan. Dia tidak melakukan semua hal itu, hal-hal yang biasanya dikaitkan dengan kebesaran atau keagungan. Dia tidak dilengkapi dengan surat-surat kepercayaan atau piagam penghargaan, kecuali diri-Nya sendiri.

Dia baru berumur tiga puluh tiga tahun waktu arus pendapat umum berbalik menerpa-Nya. Teman-teman-Nya kabur meninggalkan-Nya. Salah satu dari mereka menyangkal-Nya. Dia diserahkan kepada musuh-musuh-Nya dan menjalani lelucon yang disebut peradilan. Dia dipaku ke kayu salib di antara dua pencuri.

Sementara Dia sekarat, para algojo berjudi memperebutkan pakaian-Nya, satu-satunya harta milik-Nya di dunia. Waktu Dia wafat, Dia dimakamkan di makam yang dipinjam melalui belas kasihan seorang teman. Dua puluh abad telah datang dan pergi, dan sekarang Dia merupakan tokoh sentral umat manusia.

Semua angkatan perang yang pernah berbaris, semua angkatan laut yang pernah berlayar, semua parlemen yang pernah duduk dalam rapat, semua raja yang pernah memerintah, jika disatukan, belum memengaruhi kehidupan umat manusia di bumi ini sebegitu rupa seperti satu kehidupan sunyi ini.

Seorang ahli sejarah, H.G. Wells, mengakui, “Lebih dari 1900 tahun kemudian, seorang ahli sejarah seperti saya, yang bahkan tidak mengakui dirinya Kristen, menemukan bahwa sejarah secara tidak terhindarkan berpusat pada kehidupan dan karakter Manusia paling penting ini…. Ujian seorang ahli sejarah bagi keagungan seseorang adalah, ‘Apakah yang ia tinggalkan yang bisa tumbuh?’ Apakah ia membuat orang-orang memikirkan sesuatu yang baru dengan semangat yang bertahan lama sesudahnya? Dengan ujian seperti ini, Yesus berada di urutan pertama.”

Anda bisa memperkirakan ukuran sebuah kapal yang sudah lewat dari pandangan dengan melihat seberapa besar ombak yang dibuatnya. Kehidupan Yesus, seperti digambarkan tadi, mungkin sebuah kehidupan yang sunyi. Namun, coba perhatikan:

Sokrates mengajar selama 40 tahun, Plato selama 50 tahun, Aristotels selama 40 tahun, dan Yesus hanya 3 tahun. Namun, pengaruh pelayanan 3 tahun Yesus itu jauh melampaui dampak gabungan 130 tahun pengajaran orang-orang yang dianggap filsuf terbesar abad kuno ini. Yesus tidak pernah membuat lukisan; namun, lukisan-lukisan terelok karya Raphael, Michaelangelo, Leonardo Da Vinci, diilhami oleh sosok-Nya. Yesus tidak pernah menulis puisi; namun sekian banyak penyair hebat dunia menulis puisi tentang Dia.

Yesus tidak pernah menggubah musik; namun musisi termashyur seperti Handel, Beethoven, Bach, dan sebagainya, melahirkan komposisi terindah mereka saat mereka menggubah pujian bagi Dia. Setiap bidang kehidupan manusia telah diperkaya oleh Tukang Kayu rendah hati dari Nazaret ini.

Di luar itu, sosok Yesus sendiri tak jarang begitu kabur. Anak-anak Sekolah Minggu mungkin mengingatnya sebagai Gembala baik hati yang memeluk domba dengan lemah lembut. Ada yang membayangkannya sebagai sosok yang begitu serius, sulit tersenyum. Ada yang membayangkannya sebagai tokok radikal pendukung teologi pembebasan.Ada yang membayangkannya sebagai pejuang politik revolusioner. Ada yang membayangkannya sebagai sosok pemimpin agama yang kawin dengan Maria Madgalena.

Tanggapan terhadap Pribadi ini juga beragam. Ada yang mengundang-Nya makan malam seperti Zakheus. Ada yang menolak-Nya dengan sedih karena lebih mencintai hartanya, seperti anak muda yang kaya. Ada pula yang mengkhianati dan menyangkali Dia, seperti Yudas dan Petrus. Atau, orang malah menggunakan nama-Nya sebagai makian! (Mengapa tidak ada orang yang memaki dengan mengatakan “Abraham Lincoln!” atau “Mahatma Gandhi!”?) Siapakah Dia sebenarnya?

Richard Nixon, Presiden AS, terbawa perasaan gembiranya tahun 1969 ketika para astronot Apollo pertama kali mendarat di bulan. “Ini adalah hari terbesar sejak Penciptaan!” katanya dalam pidato. Billy Graham dengan serius menegur presiden ini dan mengingatkannya akan Natal dan Paskah.

Dengan ukuran apa pun dalam sejarah, Graham benar. Orang Galilea ini, yang dalam hidupnya berbicara pada lebih sedikit orang daripada yang bisa mengisi satu saja stadion tempat Graham pernah berkhotbah, mengubah dunia lebih daripada siapa pun. Dia memperkenalkan kekuatan baru pada sejarah, dan sekarang pengikut-Nya berjumlah sepertiga penduduk bumi.


Ratu Victoria dari Inggris suka berjalan-jalan di pedesaan dengan menyamar sebagai orang biasa. Suatu saat ia pergi diikuti oleh pelayannya. Di jalan ia bertemu dengan sekawanan domba yang digembalakan seorang anak kecil. Anak itu berteriak, “Hei, minggir kamu, dasar perempuan goblok!”

Ratu Victoria hanya tersenyum, tidak mengatakan apa-apa. Ketika pelayannya muncul, ia menjelaskan pada anak itu bahwa perempuan yang diteriakinya dengan kasar itu adalah Ratu Inggris.

“Oh, begitu ya,” kata anak itu, “dia seharusnya pakai baju kayak ratu dong.”

Begitu juga Yesus–Dia tidak datang ke dunia ini dengan segenap kebesaran-Nya sebagai Allah Sang Pencipta Alam Semesta. Dia tidak memasuki panggung kehidupan bumi ini dengan seluruh kemuliaan-Nya sebagai Raja segala raja. Dia tidak datang dengan membelah langit diiringi pasukan malaikat surgawi dan disongsong karnaval semarak benda-benda angkasa. Tidak, Dia hadir sebagai bayi merah yang bergantung sepenuhnya pada perawatan suami-isteri muda yang masih canggung, dan golongan yang pertama menyambut-Nya hanyalah para gembala.

Dan, jangan lupa, Dia tidak lahir di istana, melainkan di sebuah kandang. Kandang di Timur Tengah pada masa itu biasanya ditempatkan jauh dari lokasi pemukimam penduduk karena merupakan tempat yang sangat jorok oleh timbunan kotoran dan air kencing hewan bercampur dengan sampah. Bukan sebuah tempat yang steril untuk kelahiran orok yang masih merah.

Pertanyaannya: Bagaimana dengan kita? Apakah kita percaya bahwa Bayi yang lahir di kandang 2.000 tahun yang lalu itu adalah Allah yang menjelma menjadi manusia? Apakah kita menerima Dia sebagai Raja? Apakah kita seperti para gembala yang menyambut kelahiran-Nya dengan penuh sukacita? Atau, seperti orang Majus yang membawa persembahan, dan mengakui Dia sebagai Raja dengan mempersembahkan emas, menyembah Dia sebagai Allah dengan mempersembahkan kemenyan, dan menyambut-Nya sebagai Juruselamat dengan mempersembahkan mur? Benarkah Dia The Greatest One, Pribadi paling agung, paling luar biasa, dalam kehidupan ini?

Ataukah, kita kurang ajar seperti bocah gembala yang meneriaki Ratu Inggris itu–karena tidak mengenalnya sungguh-sungguh? Ataukah kita seperti penjaga penginapan, yang tidak memiliki tempat yang layak untuk menyambut kedatangan-Nya? Atau, malah seperti Herodes, yang berusaha membunuh Bayi yang kelak akan dinobatkan sebagai Raja itu?

Secara pribadi Tuhan mengajukan pertanyaan kepada kita: “Siapakah Aku, menurut engkau?” Yesus secara tegas menyatakan, “Aku berkata kepada-Mu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah.”

Pada akhir zaman, milyaran manusia akan tersebar di atas dataran yang luas di hadapan tahta Allah. Beberapa kelompok di bagian muka berbicara dengan serunya. Bukan dengan kengerian disertai rasa malu, melainkan dengan suara seperti sedang berperang.

“Bagaimana Allah dapat menghakimi kita? Bagaimana Dia dapat mengetahui tentang penderitaan?” sentak seorang gadis berambut cokelat. Dia menyingsingkan lengan bajunya untuk menunjukkan sebuah nomor tato dari sebuah kamp konsentrasi Nazi. “Kami mengalami teror, pukulan, aniaya, kematian.”

Di kelompok lain, seorang pria berkulit hitam menurunkan kerahnya. “Bagaimana dengan ini?” dia menuntut, sambil menunjukkan bekas luka jerat. “Dihukum mati tanpa kesalahan, tetapi hanya karena berkulit hitam! Kami mati lemas di kapal budak, disentakkan dari orang-orang terkasih, bekerja keras, dan hanya maut yang memberikan kelegaan.”

Di hamparan tanah datar itu terdapat ratusan kelompok seperti mereka. Setiap orang mengeluh terhadap Allah atas kemalangan dan penderitaan yang dibiarkan-Nya berlangsung di dunia ini.

Betapa mujurnya Allah tinggal di Surga, di mana semuanya manis dan terang, tidak ada tangisan, rasa takut, kelaparan, kebencian. Memang, apa yang Allah tahu tentang bagaimana manusia telah dipaksa untuk menderita di dunia ini? “Bagaimanapun, Allah menikmati kehidupan yang sangat terlindung,” kata mereka.

Maka, masing-masing kelompok mengirimkan seorang pemimpin, yang dipilih karena dialah yang paling menderita. Ada orang Yahudi, orang kulit hitam, orang India dari kasta yang tidak tersentuh, anak haram, seorang dari Hiroshima, dan seorang dari kamp perbudakan Siberia. Di tengah dataran itu, mereka berunding satu sama lain. Akhirnya, mereka siap untuk mengajukan kasus mereka.

Pengadilan itu sederhana saja: Sebelum Allah layak menjadi hakim mereka, Dia harus mengalami apa yang telah mereka alami. Keputusan mereka adalah bahwa Allah harus dihukum untuk tinggal di bumi sebagai seorang manusia.

Tetapi karena Dia adalah Allah, mereka memberikan batasan tertentu agar Dia tidak memakai kuasa ilahi-Nya untuk menolong Diri-Nya Sendiri:

Biarlah Dia lahir sebagai seorang Yahudi.
Biarlah keabsahan kelahiran-Nya diragukan, sehingga tidak seorang pun tahu siapa sebenarnya ayah-Nya.
Biarlah Dia mengadili sebuah perkara dengan sangat adil, namun sekaligus sangat radikal, sehingga otoritas religius yang kolot dan otoritas tradisional lainnya membenci Dia, menghukum-Nya dan berusaha menyingkirkan-Nya.
Biarlah Dia mencoba menggambarkan apa yang tidak pernah dilihat, dirasakan, didengar atau dicium oleh manusia. Biarlah Dia mencoba mengkomunikasikan Allah kepada manusia.
Biarlah Dia dikhianati oleh teman-teman terdekat-Nya. Biarlah Dia didakwa dengan tuduhan-tuduhan palsu dan diadili di depan juri yang berprasangka dan dihukum oleh hakim yang pengecut.
Biarlah Dia merasakan betapa mengerikannya kesendirian itu, benar-benar disingkirkan oleh setiap makhluk hidup. Biarlah Dia dianiaya, dan biarlah Dia mati dengan cara yang paling memalukan bersama dengan pencuri biasa.
Saat setiap pemimpin mengumumkan bagian hukumannya, suara bernada setuju terdengar bergemuruh dari gerombolan orang banyak itu.

Ketika pemimpin terakhir selesai mengumumkan hukumannya, ada keheningan yang panjang. Tidak seorang pun mengucapkan sepatah kata lagi. Tidak seorang pun bergerak. Karena, tiba-tiba, semua orang tahu–Allah telah menjalani hukuman-Nya.

Begitulah. Kita bisa mengabaikan Yesus. Kita bisa mencemoohkan Dia. Kita bahkan bisa menghakimi Dia. Namun, menurut Yesus, apa pendapat kita tentang diri-Nya dan apa tindakan kita berdasarkan pendapat itu, akan menentukan nasib kita di dalam kekekalan.

Jadi, sekali lagi, pertanyaan-Nya terus bergema sepanjang lorong sejarah, “Menurutmu, siapakah Aku?” ***
Read More .......

11 Fakta Unik Seputar Perayaan Natal

1.      Lagu Natal Malam Kudus pertama kali dinyanyikan dengan iringan gitar dalam sebuah kebaktian gereja di Austria. Gitar digunakan karena organ gereja setempat sudah sangat berkarat sehingga tidak dapat dimainkan.

2.      Lampu listrik sebagai hiasan pohon Natal pertama kali digunakan pada 1895. Ide ini dicetuskan oleh seorang Amerika, Ralph E. Morris. Lampu baru ini terbukti lebih aman daripada lilin yang biasa dipakai sebelumnya.
3.      Di Amerika Utara, anak-anak biasa memasang kaus kaki pada saat Natal. Adapun anak-anak Belanda menggunakanya sepatu; biasanya sepatu kayu yang disebut sabot.
4.      Di Armenia, makanan khas pada Malam Natal terdiri atas ikan goreng, selada dan bayam. Hidangan ini dinikmati setelah kebaktian Malam Natal untuk mengenang makan malam yang dilakukan Maria pada malam menjelang kelahiran Kristus.
5.      Saat mengunjungi Finlandia, Sinterklas meninggalkan kereta luncurnya dan menunggangi seekor kambing bernama Ukko. Menurut cerita rakyat setempat, Ukko terbuat dari jerami, namun toh cukup kuat untuk ditunggangi Sinterklas.
6.      Di Amerika Serikat ada dua kota yang dinamai Santa Claus. Yang satu berada di negara bagian Indiana; yang satu lagi di Idaho.
7.      Lagu Jingle Bells ditulis pertama kali sebenarnya untuk merayakan Hari Ucapan Syukur. Lagu itu digubah pada 1857 oleh James Pierpoint, dan semula berjudul One Horse Open Sleigh.
8.      Mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, alergi terhadap pohon Natal.
9.      Perangko pertama yang diterbitkan secara khusus untuk menyambut Natal bergambar bunga mawar. Perangko itu dijual pada 1937 di Austria, di mana bunga mawar kertas merupakan hiasan khas pada hari Natal.
10.  Pada 1647, parlemen Inggris menetapkan undang-undang yang melarang perayaan Natal. Pesta Natal dianggap ilegal oleh pemimpin golongan Puritan, Oliver Cromwell, yang memandang keramaian dan kegembiraan pada hari yang semestinya kudus dan khidmat itu sebagai tindakan asusila. Larangan ini berakhir pada saat Cromwell lengser pada 1660.
11.  Bayi di palungan dan berbagai hiasan yang menggambarkan peristiwa kelahiran Kristus di Betlehem sudah dipakai dalam kebaktian gereja sejak abad-abad pertama. Gambar Kelahiran Kristus tertua, berasal dari sekitar 380 Masehi, berupa hiasan dinding di ruang pemakaman keluarga Kristen di Katakombe St. Sebastian, Roma, ditemukan pada 1877.
Read More .......

10 Fakta Unik Seputar Hari Natal Yang Tidak Anda Tahu

Pohon Natal ternyata bukan ditemukan oleh Martin Luther
Hari Natal yang salah satu hari libur dunia yang paling disenangi banyak orang karena berbagai fakta dan alasan seperti hari libur panjang, hari libur yang menandakan tahun baru, hari sinterklas, dan seterusnya. Untuk membuat natal menjadi lebih menarik lagi, ketahuilah 10 fakta unik dan menarik berikut ini yang mungkin tidak Anda tahu terkait hari natal.
10. Musim Perpisahan
2 Minggu sebelum natal adalah salah satu waktu perpisahan paling popular
Berdasarkan Facebook, 2 minggu sebelum Hari Natal adalah salah satu waktu paling popular dimana para kekasih dan pasangan akan putus atau berpiah. Padahal di Hari Natal itu sendiri yakni pada 25 Desember merupakan salah satu hari dimana perpisahan paling sedikit terjadi. Mungkin dapat disimpulkan lebih mudah membuka hadiah daripada membeli mereka?
9. Xmas
Merry Xmas berasal dari kata Xpiotos Yunani yang juga berarti nama Yesus Kristus
Christmas atau natal sering disebut dan disingkat sebagai Xmas, dan pada awalnya ini menyebabkan kemarahan banyak orang, khusus Umat Kristen. Mereka menganggap bahwa dengan mengganti nama Kristus (Christ) menjadi 'X' adalah sebuah bentuk penghinaan. Tapi pada kenyataannya huruf 'X' pada Xmas adalah huruf chi yang merupakan huruf pertama dalam nama Yunani Kristus, yakni Χριστ?ς.
8. Kelahiran Yesus Kristus?
25 Desember ternyata bukan kelahiran Yesus Kristus
Kita sering sekali mendengar bahwa 25 Desember adalah hari kelahiran Yesus Kristus dan itulah awal mula hari Natal. Padahal pada kenyataannya Alkitab tidak pernah menunjukkan secara tepat kapan hari kelahiran Yesus Kristus bahkan banyak sekali asumsi awal atas kapan sebenarnya hari kelahiran Yesus. Setelah melalui berbagai perubahan tanggal dan pengaruh Roma, barulah oleh Pope Julius I, 25 Desember dijadikan tanggal yang kita kenal sekarang ini sebagai hari kelahiran Yesus namun tidak dapat dipastikan kebenarannya.
Sebagai tambahan, 25 Desember juga adalah tanggal kelahiran bagi banyak dewa dari berbagai kepercayaan seperti salah satunya adalah Osiris dan Horus. 25 Desember juga merupakan hari kelahiran untuk berbagai orang-orang ternama seperti salah satunya adalah Isaac Newton. Berikutdaftar lengkap kejadian dan orang-orang yang lahir pada 25 Desember.
7. 13 Sinterklas
13 Sitnerklas dari Islandia
Di Iceland atau Islandia ada sebutan "Jolasveinar" yang mengacu kepada 13 Sinterklas di Islandia. 13 Sinterklas ini merupakan anak dari Troll Gryla dan Leppaludi. Gryla dan Leppaludi sendiri digambarkan sebagai mahluk mengerikan yang akan memakan anak-anak nakal sepanjang tahun. Pada awalnya, 13 Sinterklas ini juga memiliki sifat yang sama dengan orang tuanya dimana mereka akan merusak Natal dengan mencuri makanan, hadiah, membunuh ternak, merusak baju dan seterusnya.
Tapi karena pengaruh dan asimilasi kebudaayan Asing maka sekarang Jolasveinar digambarkan sebagai 13 Sinterklas yang baik dan bertugas sama halnya seperti Sinterklas yang kita kenal, yakni membawa hadiah bagi anak-anak yang baik.
6. Pohon Natal
Pohon Natal ternyata bukan ditemukan oleh Martin Luther
Beberapa dari Anda mungkin pernah mendengar bahwa Martin Luther adalah orang yang pertama kali melakukan dekorasi terhadap sebuah pohon yang dijadikan pohon natal. Kisah ini mengatakan bahwa ia tergugah oleh indahnya cahaya bintang di antara cabang-cabang pohon Cemara.
Ternyata pada kenyataannya kisah ini tidaklah benar, pohon natal pertama kali diasosiasikan oleh Saint Boniface di abad ke-7. Ia menenbang sebuah pohon untuk membuktikan ke penduduk lokal bahwa Dewa Norwegia itu tidak nyata. Hingga abad ke-15, orang-orang memang telah menebang pohon dan meletakannya di rumah mereka dengan berbagai hiasan mengitari pohon tersebut. Pada saat Martin Luther datang, tradisi itu memang sudah ada namun mungkin ia-lah yang mempopularkan tradisi ini untuk dikenal dunia.
5. Sinterklas ada Di Alaska
Sinterklas ternyata ada di Alaska
Setiap tahunnya, ada ratusan ribu surat dari anak-anak di seluruh belahan dunia dikirimkan ke Kutub Utara, tepatnya di Alaska. Lalu apakah anak-anak tersebut mendapat balasan? Mungkin, karena 1.600 penduduk lokal berperan menjadi Sinterklas dan berusaha membalas setiap surat yang memiliki alamat untuk dikirim balik.
4. Sinterklas Terlambat di Yunani
Sinterklas datang terlambat di Yunani
Tradisi Natal dari satu kebudayaan ke kebudayaan lainnya tentu berbeda, hal ini berlaku khususnya bagi Yunani. Di Yunani, natal tetap dirayakan pada 25 Desember namun Sinterklas akan datang terlambat dan hadiah baru akan diberikan pada Tahun Baru.
Di negara-negara lain tradisi Natal juga sangatlah unik, contohnya Orang-Orang Finlandia akan mengunjungi Sauna pada malam Natal, sedangkan Orang-Orang Portugis akan merayakan Hari Natal untuk mereka yang hidup dan juga mereka yang telah meninggal.
3. Sinterklas adalah Pendeta Turki
Sinterklas ternyata adalah Pendeta Turki dengan nama Saint Nicholas
Natal sering sekali diasosiasikan dengan Sinterklas yang asal mulanya tidak diketahui secara jelas. Namun kepercayaan paling umum mengatakan bahwa sebenarnya Sinterklas berdasar pada seorang Pendet di Turki, Saint Nicholas. Ia lahir pada abad ke-3 di sebuah desa Patara, Turki, dan dikenal suka memberikan hadiah secara rahasia bagi orang yang berkekurangan. Pergambarannya sebagai Sinterklas gemuk bewarna merah muncul dari sajak pada tahun 1823, "A Visit from St Nicholas" atau dikenal juga sebagai "The Night before Christmas."
2. Hadiah Natal Terbesar Sepanjang Sejarah
Patung Liberti adalah hadiah natal terbesar sepanjang sejarah
Apakah hadiah natal terbesar yang dapat Anda bayangkan? Pada tahun 1886, US atau Amerika menjadi penerima hadiah natal terbesar sepanjang sejarah dari Perancis, yang juga membuat Perancis menjadi pemberi hadiah natal terbesar sepanjang sejarah. Dengan berat 225 ton dan tinggi 46,5 meter, hadiah itu tidak lain dan tidak bukan adalah Patung Liberty. 
1. Perdamaian Natal
Perdamaian Natal terjadi pada tahun 1914 di Perang Dunia I
5 Bulan sejak dimulainya Perang Dunia pertama, tentara-tentara dari Front Sekutu beristirahat sejenak untuk merayakan Natal dengan menyanyikan lagu natal pada medan perang. Pagi berikutnya, tentara Jerman sebagai Front Sekutu keluar dari perlindunganya dan mendekati tentara Sekutu dengan menyanyikan "Merry Christmas" dalam Bahasa Inggris.
Untungnya, itu bukanlah sebuah trik. Puluhan pasukan Inggris dari Front Sekutu kemudian juga keluar dan menyapa mereka dengan bersalaman, beberapa saling bertukar rokok sebagai hadiah bahkan bermain sepakbola. Hal ini kemudian dikenal sebagai Perdamaian Natal atau Christmas Truce pada tahun 1914 yang menunjukkan betapa besarnya dampak Hari Natal.
Read More .......

Kesaksian Para Mantan Muslim di Australia


Komunitas Arab di Australia – Semakin Banyak Yang Meninggalkan Islam Dan Berpaling Kepada Kekristenan

Australia sedang menjadi destinasi yang populer bagi orang Muslim yang meninggalkan Asia dan Timur Tengah, dan ini menggelisahkan penduduk lokal negeri “Down Under” ini. 

Empatpuluh tahun lalu, para penduduk lokal jarang sekali melihat orang Muslim di jalan jalan di Sydney atau Melbourne, oleh karena hanya sekitar 20.000 jiwa yang tinggal di Australia saat itu. Kini, sebanyak 500.000 orang Muslim tinggal di Australia. Dan ketika mereka bermigrasi ke benua tersebut, mereka berdiam di wilayah-wilayah yang eksklusif Islam.

Televisi Al Hayat, yang juga dikenal sebagai Life TV, bekerja untuk menjamin agar orang Muslim di Australia mempunyai kesempatan untuk mendengar Injil.   

Stasiun televisi Arab diluncurkan di Australia oleh Michael el Masry, seorang mantan Muslim. El Masry memulai saluran tersebut dengan keuangannya sendiri yang terbatas dan tetap bertahan walalupun mendapatkan perlawanan yang keras dari komunitas Islam.  

Saya mendapatkan banyak ancaman,” kenang el Masry.
Tetapi apakah anda tidak takut?” tanya CBN News.
Tidak, karena Tuhan melindungi saya. Saya percaya ada misi spesial seperti Tuhan akan memberikan perlindungan ekstra,” ujarnya. Ia telah mati untuk mereka. Mereka patut menerima berita keselamatan. Siapakah yang akan menyampaikan berita itu kepada mereka?

Menyeberang  
El Masry mengatakan kepada CBN News bahwa Al Hayat TV Australiamenayangkan program-program Kristen dalam cara yang dimengerti orang Muslim.  

Penting sekali kita mengekspos agama ini. Kami mengasihi orang Muslim, baik pria maupun wanita sebagai sesama manusia, dan mereka adalah orang-orang yang indah. Tetapi mereka telah ditipu, kata el Masry.

Orang-orang Muslim Australia tidak hanya mendengar kabar baik melalui televisi. Para mantan Muslim belum lama ini menghadiri sebuah ibadah Kristen dalam bahasa Arab di sebuah gereja di Sydney. Ali Bazzi telah menggembalakan Gereja Al-Obour selama hampir dua tahun. Al-Obourdalam bahasa Arab berarti menyeberang crossover”. Kebanyakan anggota jemaatnya adalah orang-orang Muslim yang bertobat kepada kekristenan. 

Beberapa anggota jemaat datang ke gereja itu secara rahasia karena mereka takut ketahuan oleh keluarga mereka yang masih Muslim. Ada anggota-anggota jemaat yang telah mendapatkan ancaman mati karena meninggalkan Islam.  

Hal itu disebabkan agama yang diajarkan Quran mendorong anda untuk menyakiti orang lain, Bazzi menjelaskan. Bazzi juga telah menerima banyak ancaman kematian sejak menjadi orang Kristen. Tetapi ia mengatakan bahwa ia tidak akan berhenti mengabarkan Injil.   

Mengenal Kristus  
Ia telah menghabiskan masa-masa remajanya sebagai seorang Muslim radikal di Libanon. Seorang teman Muslim yang telah bertobat kepada kekristenan memperkenalkan kepadanya Alkitab dan Yesus.   

“Saya menyukai kepribadian Yesus Kristus”, kata Bazzi. “Bagaimana Ia diceritakan dalam Alkitab. Betapa Ia senang berbagi dengan orang lain, menyembuhkan mereka, memberi mereka makan. Saya berkata, ‘Ibu, saya telah menjadi orang yang baru’, dan ibu saya berkata ‘Jika ada Tuhan yang dapat mengubah Ali, saya pun ingin mempercayai-Nya’. Seluruh keluarga saya menjadi Kristen kecuali ayah saya”.

Para anggota keluarga Bazzi kini melayani di gereja Australia. Saudaranya adalah seorang pemimpin yang aktif dan saudarinya melayani sebagai pemimpin ibadah. Helena Menadue, seorang mantan Muslim dari Mesir, bermigrasi ke Australia setelah bertobat dan menerima Kristus.  

Polisi keamanan nasional datang ke rumah saya dan membawa saya pergiMenadue mengenang masa-masa ia tinggal di Mesir. “Mereka dapat membunuhku. Mereka dapat menyiksaku. Mereka dapat menyiksa saudariku. Mereka dapat melakukan hal-hal yang mengerikan” 
Ia juga ditolak oleh kekasihnya dan dikutuk masyarakat. 

Setelah penolakan itu, yang berupa perkosaan, saya merasa saya telah kehilangan identitas saya. saya tidak mengenali diri saya sendiri lagi,kenangnya.  

Menadue mengatakan ia dikuatkan oleh Firman Tuhan yang meneguhkan semangatnya.  
Marilah kepada-Ku hai semua yang letih lesu dan berbeban berat, aku akan memberimu kelegaan. Satu-satunya cara Tuhan dapat menyatakan diri-Nya kepadaku atau aku dapat menerima damai dan sukacita-Nya hanyalah melalui Yesus”, ujarnya.  

Sebuah misi ilahi   
Alya Raad, seorang mantan Muslim, mengenal Kristus setelah ia menikahi seorang Kristen.
Awalnya orangtuanya tidak setuju ia menikahi orang yang tidak seiman. Kemudian mereka berubah pikiran setelah ia disembuhkan dari lymphoma karena doa-doa orang Kristen.  

Saya disembuhkan dari kanker dan Tuhan benar-benar membuat orangtua saya berubah pikiran sehingga saya dapat menikahi suami saya dan saya dapat menjalani hidup sebagai orang Kristen, seperti yang selalu saya inginkan”, ujarnya. 

Walaupun terus menerus mendapatkan tekanan dari komunitas Islam Australia, para mantan Muslim ini tetap menyaksikan iman Kristen mereka terhadap para imigran Muslim dan banyak orang lainnya. 

Dan mereka merasa Firman Tuhan akan terus mencapai banyak jiwa dimanapun – terutama di negeri “Down Under”.
Read More .......

Gereja Terbesar di Asia Tenggara

TAOTAUAJER - Inilah dye gereja yang terbersar di Asia tenggara kata ko! Dimana 2 tahun yang lepas tao pernah bagi tau akan pembinaan GEREJA terbesar, termoden dan tercanggih, berkonsepkan FREEMASON di Malaysia. Kini pada 23 Julai 2013 Gereja terbesar di Asia Tenggara telah membuka pintunya berlatarbelakangkan perdebatan tentang kebebasan beragama di Malaysia dan dakwaan diskriminasi halus terhadap orang bukan Islam.
Bangunan berkeluasan 600,000 kaki persegi dan berhargac RM200 juta digelar Calvary Convention Centre (CCC) di Bukit Jalil mempunyai sebuah auditorium 5,000 kerusi, serta dewan serbaguna, bilik darjah, dewan kuliah, nurseri dan kawasan lain terdiri daripada kedai-kedai runcit dan kafe.


Ia adalah satu mercu tanda yang menunjukkan Malaysia adalah benar-benar tanah yang pelbagai budaya, "Calvary Church bersekutu paderi David Seah memberitahu The Malaysian Insider hari ini, perkhidmatan selepas Easter pagi ini yang dihadiri oleh kira-kira 3,000 orang.
"Saya tidak menjangka sebarang tindak balas yang berpotensi ," katanya.
Sesetengah orang Islam menyatakan di blog mereka dalam 2011 keresahan dengan saiz CCC, mengatakan bahawa ia adalah satu ancaman kepada kedudukan Islam sebagai agama rasmi negara dan ia boleh digunakan untuk menukar umat Islam.
Tetapi Seah menegaskan bahawa Gereja Calvary tidak mualaf Islam, berkata: "Apabila kita memberikan keluar kawasan, kita memberitahu ahli tidak meletakkan mereka di rumah-rumah Muslim"
Para paderi gereja Pentecostal berkata bahawa pembinaan CCC di atas tanah komersil bermula pada tahun 2007 dan telah siap pada tahun ini, mencatatkan bahawa ia akan dapat menampung jemaah 3,000 yang sebelum ini tersebar di Damansara Heights, Damansara Perdana dan Cheras.
Paderi Kanan Calvary Church Rev Dr Tan Sri Putera Guneratnam menangis apabila beliau mengambil podium untuk menyampaikan khutbah beliau pada Easter, hari yang paling penting pada kalendar Kristian iaitu meraikan kebangkitan Yesus Kristus.
"Kami berada di sini. Kami jadikan ia kenyataan, "kata Guneratnam dengan suara yang menggeletar, sebelum mengelap matanya.
Malaysia gah lagi kerana kini satu lagi rekod berjaya dicipta. Selepas bangunan tertinggi di dunia kini kita ada gereja terbesar di Asia Tenggara.
Read More .......